Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wa shallallāhu ‘alā Sayyidinā Muhammad, wa ‘alā ālihi wa shahbihi ajma‘īn.
Pondok bukan sekadar tempat tinggal, bukan hanya tempat belajar membaca kitab,
Imam Abu Hamid al-Ghazali pernah menyampaikan:
Maka ukuran keberhasilan seorang santri bukan hanya seberapa banyak hafalan dan kitab yang dipelajari,
Di dalam Ar-Risalah al-Qushayriyyah disebutkan bahwa tanda orang yang benar dalam perjalanannya
Karena itu, anak-anakku sekalian, jagalah adab di mana pun kalian berada.
Anak-anakku sekalian…
Tetaplah menjadi santri dalam pakaian apa pun, dalam profesi apa pun, dan di tempat mana pun.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, alladzī an‘ama ‘alainā bi ni‘matil īmān wal islām.
Hari ini bukanlah hari perpisahan dalam makna terputusnya hubungan, melainkan hari pelepasan untuk melanjutkan perjuangan.
tetapi tempat menempa jiwa, memperbaiki adab, dan melatih keikhlasan hidup.
“Buah dari ilmu adalah mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhkan diri dari kesombongan.”
tetapi seberapa besar ilmu itu melahirkan tawadhu, akhlak, dan rasa takut kepada Allah Subhānahu wa Ta‘ālā.
kepada Allah adalah baik adabnya, bersih hatinya, dan sedikit merasa bangga terhadap amalnya sendiri.
Jangan pernah merasa besar karena ilmu, sebab semakin tinggi ilmu seseorang seharusnya semakin tunduk dan rendah hati.
Kalian boleh keluar dari gerbang pesantren, tetapi jangan pernah keluar dari nilai-nilai pesantren.
Jadilah penyejuk masyarakat, bukan sumber kegaduhan. Jadilah pembawa akhlak Nabi, bukan hanya pembawa gelar alumni.